MODEL SUGENO DAN MODEL TSUKAMOTO
1.1.
MODEL
SUGENO
A. Penalaran Fuzzy Metode Sugeno
Dalam membangun sebuah sistem fuzzy dikenal beberapa metode
penalaran antara
lain :Metode Mamdani,
Metode
Sugeno, Metode Tsukamoto, dan sebagainya. Penalaran dengan Metode Sugeno hampir sama
dengan penalaran Mamdani, hanya saja output (konsekuen) system tidak
berupa himpunan fuzzy melainkan berupa konstanta atau persamaan linier. Metode
ini diperkenalkan oleh Takagi-Sugeno
Kang
pada tahun
1985. Sistem
fuzzy Sugeno
memperbaiki
kelemahan yang dimiliki
oleh sistem fuzzy
murni untuk menambah suatu perhitungan matematika
sederhana
sebagai bagian THEN. Pada perubahan ini, system fuzzy memiliki suatu nilai rata-rata tertimbang (Weighted Average Values)
di dalam bagian aturan fuzzy IF-THEN. Sistem fuzzy Sugeno juga memiliki kelemahan terutama
pada bagian THEN, yaitu dengan adanya perhitungan matematika sehingga
tidak
dapat
menyediakan
kerangka alami untuk erepresentasikan pengetahuan manusia dengan sebenarnya. Permasalahan
kedua adalah tidak
adanya kebebasan untuk menggunakan prinsip yang
berbeda dalam logika
fuzzy, sehingga ketidakpastian dari Seminar
Nasional Aplikasi
Teknologi Informasi 2005 (SNATI 2005) ISBN: 979-756-061-6 Yogyakarta, 18 Juni
2005
K-60 sistem fuzzy tidak dapat direpresentasikan secara baik dalam kerangka ini.
a. Model Fuzzy Sugeno Orde-Nol
Secara umum bentuk model
fuzzy Sugeno Orde-Nol adalah:
IF ( 1 x is 1 A ) • ( 2 x is 2 A ) • ( 3 x is 3 A ) • … •( n x is n A )
THEN z = k
Dengan
Ai
adalah himpunan fuzzy ke-I sebagai anteseden
dan k adalah suatu
konstanta (tegas) sebagai konsekuen.
b. Model Fuzzy Sugeno
Orde-Satu
Secara umum bentuk model
fuzzy Sugeno Orde-Satu adalah:
IF ( 1 x is 1 A ) • … • ( n x is n A ) THEN z =1 p * 1 x + … + 2 p *
2x+ q
Dengan Ai adalah himpunan fuzzy ke-I sebagai anteseden dan p i adalah suatu konstanta (tegas) ke-i dan q juga
merupakan konstanta
dalam konsekuen.
B. Contoh Kasus
Sebagai contoh,
diketahui suatu perusahaan makanan
setiap hari mampu memproduksi 50.000 kaleng makanan
dan
juga menerima permintaan 50.000
kaleng. Dalam 3 bulan terakhir, diperoleh data bahwa permintaan tertinggi adalah 75.000 kaleng. Rata-rata
persediaan di gudang
adalah
7.500, sedangkan kapasitas
maksimum
gudang adalah
15.000
kaleng.
Apabila sistem
produksi menggunakan
aturan fuzzy sebagai
berikut:
[R1] IF permintaan
TURUN And persediaan BANYAK THEN
produksi barang = 1000;
[R2] IF permintaan
NAIK
And persediaan SEDIKIT THEN
produksi barang = 1.25*permintaan –
persediaan;
[R3] IF permintaan
NAIK
And persediaan BANYAK THEN
produksi barang = permintaan – persediaan;
Apabila terdapat permintaan sebanyak 52.000 kaleng dan persediaan yang
masih ada
di
gudang
8.000
kaleng maka
cara
mencari
jumlah produksi barang berdasar logika fuzzy
dapat diselesaikan melalaui langkah-langkah sebagai berikut:
Langkah 1: Memasukkan Jumlah
Data Utama
Sistem
a) Jumlah variabel
input = 2
b)
Jumlah data fungsi output
= 3 c) Jumlah data
aturan = 3
Langkah 2: Memasukkan Data
Variabel Input
Terdapat
2 variabel input fuzzy yang akan dimodelkan, yaitu:
o Permintaan, terdiri
atas 2 himpunan : NAIK dan TURUN.
o Persediaan, terdiri atas 2 himpunan : BANYAK dan
SEDIKIT. Variabel
Permintaan direpresentasikan menggunakan
kurva berbentuk S pada domain/batasan 10.000 (asumsi: permintaan minimum) sampai
dengan 75.000 (permintaan
maksimum).
Langkah 3: Memasukkan Data
Himpunan
Himpunan
TURUN menggunakan
kurva SPenyusutan
dan himpunan
NAIK menggunaakan kurva
S-Pertumbuhan.
Langkah 4: Memasukkan Data
Fungsi Output Dari data aturan diperoleh data
output: [R1] produksi barang = 1.000;
[R2] produksi
barang
= 1.25*permintaan – persediaan; [R3] produksi barang = permintaan –
persediaan;
Misal,
dari data ke-2 berisi pernyataan
: 1.25*permintaan – persediaan
dipresentasikan
dalam bentuk
angka menjadi
: 1.25 -1
0 atau dalam bentuk perhitungan matematis
menjadi :
(1.25)*(52) + (-1)*(8) + 0 = 57
Sehingga cara pengisian data di dalam
system
menjadi : Data Fungsi
Output Ke-2
Koefisien Var Input Ke-1 : 1.25
Koefisien Var Input Ke-2 : -1
Konstanta Akhir
: 0
Isi data fungsi
output tersebut
memiliki
rumusan:
(koef 1 )*(nilai
cari var input 1 )+(koef 2 )*(nilai cari var
input 2 )+ …
+(koef n )*(nilai cari var n )+C
1.2. MODEL TSUKAMOTO A. Pengertian
Metode
Tsukamoto merupakan perluasan dari penalaran monoton. Pada
metode Tsukamoto, Setiap konsekuen pada aturan yang berbentuk IF-THEN harus dipresentasikan dengan suatu himpunan fuzzy
dengan fungsi keanggotaan yang monoton. Sebagai hasilnya,
output hasil inferensi dari
tiap-tiap aturan diberikan secara tegas (crisp) berdasarkan α-predikat (fire strength). Hasil akhirnya diperoleh dengan menggunakan rata-rata
terbobot.
B. Contoh Kasus
Anda sedang makan
di sebuah
restoran. Ada seorang pelayan yang
melayani anda mulai dari menyambut kedatangan, menulis menu yang anda
pesan,
mengantar
makanan, sampai menyajikan
makanan.
Anda akan memberikan tips berdasarkan
kualitas
pelayanan
yang anda rasakan. Faktor-faktor
yang mempengaruhi penilaian anda adalah nilai pembayaran makanan yang anda pesan dan durasi menunggu pesanan. Diketahui
dalam restoran tadi bahwa pembayaran makanan yang dibeli, terendah adalah rp 50.000,- dan tertinggi 1.550.000,- untuk sekali
kedatangan. Sedangkah lamanya menunggu pesanan datang tercepat adalah 1
menit dan terlama 16 menit.
Sedangkan tips yang biasanya anda berikan berkisar mulai rp.
10.000,- sampai rp.
30.000,-.
Jika
suatu saat, anda makan di restoran tersebut, nilai pembayaran makanan
yang anda pesan
adalah rp.
600.000,- dan lamanya anda menunggu
makanan
yang anda pesan
adalah 12
menit. Berapakah
tips
yang akan anda berikan ? Tabel
Data maksimum dan Data
minimum
Data Jumlah Satuan
Pembayaran Tertinggi
|
1.550.000
|
Pembayaran Terendah
|
50.000
|
Pelayanan Tercepat
|
1
|
Pelayanan Terlama
|
16
|
Tips Terrendah
|
10.000
|
Tips Terbanyak
|
30.000
|
Penyelesaian
a. Memodelkan variabel fuzzy
(Fuzzifikasi)
Ada 3 variabel fuzzy yang akan dimodelkan, yaitu: Pembayaran, Pelayanan, dan
Tips.
1.
Pembayaran; terdiri dari
2
himpunan fuzzy,
yaitu RENDAH dan
TINGGI.
Fungsi keanggotaan Permintaan direpresentasikan
pada Gambar
Fungsi
Keanggotaan Himpunan
Rendah, dan Tinggi
dari variabel
Pembayaran:
Nilai
keanggotaan
himpunan Rendah,
dan Tinggi dari variabel
Pembayaran
bisa dicari dengan:
μPembayaranRendah[600.000] = (1.550.000-600.000)/1.500.000
= 0,6333
μPembayaranTinggi[600.000] = (600.000-50.000)/1.500.000
= 0,3667
2. Pelayanan; terdiri dari 2 himpunan fuzzy,
yaitu CEPAT dan LAMA. Fungsi keanggotaan Pelayanan
direpresentasikan
pada Gambar.
Fungsi
Keanggotaan Himpunan
Cepat,
dan Lama dari
variabel
Pelayanan:
Nilai
keanggotaan
himpunan Cepat,
dan Lama dari variabel
Pelayanan
bisa dicari dengan:
μPelayananCepat[12] = (16-12)/15
= 0,267
μPelayananLama[12] = (12-1)/15
=0,733
3. TIPS;
terdiri dari 2 himpunan fuzzy,
yaitu Rendah dan
Banyak. Fungsi
keanggotaan
Permintaan direpresentasikan
pada Gambar.
Fungsi
Keanggotaan Himpunan
Rendah, dan Banyak
dari
variabel
Tips:
a.
INFERENSI
[R1] IF
Pembayaran Rendah And Pelayanan Lama
THEN Tips Rendah;
Nilai keanggotaan anteseden untuk
aturan fuzzy [R1]
yang
dinotasikandengan
α1 diperoleh dengan rumus sebagai
berikut:
α1 = μPembayaranRendah
PelayananLama
= min(μPembayaranRendah [600.000], μ PelayananLama
[12])
= min
(0,633, 0,733)
= 0.6333
z1=zmax –
α1(zmax – zmin) (3.11)
z1 adalah
nilai z untuk aturan fuzzy [R1].
Menurut fungsi keanggotaan himpunan Tips Rendah dalam aturan fuzzy
[R1],
maka nilai z1 adalah:
z1=30.000-0,633(30.000-10.000)
⇔z1=30.000‐12660
⇔z1 =17.340
[R2] IF
Pembayaran Rendah And Pelayanan Cepat THEN Tips
Rendah;
Nilai keanggotaan anteseden untuk aturan fuzzy [R2] yang dinotasikandengan α1
diperoleh dengan rumus
sebagai
berikut:
α2 = μPembayaranRendah
PelayananCepat
= min(μPembayaranRendah [600.000], μ PelayananCepat
[12])
= min
(0,633, 0,267)
= 0.267
Z2=zmax – α2(zmax – zmin)
z1 adalah
nilai z untuk aturan fuzzy [R2].
Menurut fungsi keanggotaan himpunan Tips Rendah dalam aturan fuzzy [R2],
maka nilai z2 adalah:
Z2=30.000-0,267
(30.000-10.000)
⇔z2=30.000‐5340
⇔z2=24660
[R3] IF
Pembayaran Tinggi
And
Pelayanan Lama THEN
Tips Banyak;
Nilai keanggotaan
anteseden untuk
aturan fuzzy [R3]
yang
dinotasikandengan
α3 diperoleh dengan
rumus sebagai berikut:
α3 = μPembayaranTinggi
PelayananLama
= min(μPembayaranTinggi [600.000], μ PelayananLama [12])
= min
(0,367, 0,733)
= 0.367
z3=zmax –
α3(zmax – zmin)
z3 adalah
nilai z untuk aturan fuzzy
[R3].
Menurut fungsi keanggotaan himpunan Tips Banyak dalam aturan fuzzy [R3], maka
nilai z3 adalah:
z3=30.000-0,367 (30.000-10.000)
⇔z3=30.000‐7340
⇔z3=22660
[R4] IF
Pembayaran Tinggi
And
Pelayanan Cepat THEN Tips Banyak;
Nilai keanggotaan anteseden untuk aturan fuzzy [R3] yang dinotasikandengan α3
diperoleh dengan rumus
sebagai
berikut:
α4 = μPembayaranTinggi PelayananLama
= min(μPembayaranTinggi [600.000], μ PelayananCepat[12])
= min
(0,367, 0,267)
= 0.267
z4=zmax –
α4(zmax – zmin)
z4 adalah
nilai z untuk aturan fuzzy
[R3].
Menurut fungsi keanggotaan himpunan Tips Banyak dalam aturan fuzzy [R3], maka
nilai z3 adalah:
z4=30.000-0,267 (30.000-10.000)
⇔z4=30.000‐5340
⇔z4=24660
b. Menentukan Output
Crisp (Deffuzzyfikasi)
Pada
metode Tsukamoto, untuk
menentukan output crisp digunakan defuzifikasi
rata-rata
terpusat, yaitu:







Komentar
Posting Komentar